Desain Penelitian

I. Definisi Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan pedoman dalam melakukan proses penelitian diantaranya dalam menentukan instrumen pengambilan data, penentuan sampel, pengumpulan data serta analisa data.

Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik karena tidak memiliki pedoman penelitian yang jelas.

II. Jenis Desain Penelitian
  • Correlational
Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan diantara dua variable. Korelasi tidak menjamin adanya kausaliti (hubungan sebab akibat), tetapi kausaliti menjamin adanya korelasi.

Penelitian yang menggunakan teknik korelasional adalah penelitian yang menyelidiki hubungan diantara beberapa variabel penelitian. Analisa data yang digunakan adalah analisa statisyik dengan menggunakan uji regresi dan korelasi.
  • Causal - Comperative
Variable pada penelitian komperatif tidak bisa dimanipulasi dan tidak bisa diberikan perlakuan (treatment).

Penelitian komperatif lebih terfokus pada dampak atau efek yang terjadi dengan cara mencari apa yang menjadi penyebab dari dampak tersebut serta melihat perbedaan yang yang terjadi diantara dua grup atau lebih dan berikan penjelasan terhadap perbedaan diantara kedua kelompok/grup. 
  • Experimental
Riset eksperimental merupakan penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol.

Ada beberapa faktor yang terkait dengan penelitian eksperimental, antara lain: 
  1. Independent Variable (IV) merupakan faktor yang bisa dimanipulasi. 
  2. Dependent Variable (DV) adalah faktor yang tidak bisa dimanipulasi atau faktor tetap.
  3. Experimental Condition (group) adalah grup atau kelompok yang merupakan manipulasi dari eksperimen.
  4. Control condition (group) yang merupakan kumpulan grup yang tidak termanipulasi.
  5. Confounding variable misalnya cuaca, hama, kesuburan lahan tapi tidak diukur namun harus disebutkan inilah yang disebut dengan batasan penelitian.
  6. An uncontrolled variable yang merupakan variable yang diikuti dengan indipendent variable.
  • Ethanographic
Penelitian yang memfokuskan diri pada budaya dari sekelompok orang.

Umumnya penelitian etnogarhi meneliti tentang budaya secara umum. 

Penelitian ethographic hampir sama dengan action riset. 

Penelitian ini lebih terfokus pada organisasi yang mendefenisikan grup of people.
  • Historical
Bertujuan memperoleh pengetahuan khusus tentang sejarah, dalam bentuk rekunstruksi masa lampau yang sistematis dan obyektif.

Studi kesejarahan bukan berarti penelitian tentang raja-raja belaka, melainkan juga tentang kehidupan masyarakat , organisasi-organisasi tertentu dsb.

Pengerjaannya: eksporatif mendalam (grounded) dalam rangkaian waktu. 

Ciri-ciri (Menurut Nazir (2005:48-49):
  1. Banyak menggantungkan diri pada data yang di amati orang lain di masa-masa lampau
  2. Bergantung pada data primer dibandingkan data sekunder
  3. Mencari data secara lebih tuntas serta menggali informasi tua yang tidak diterbitkan ataupun tidak di kutip pada bahan acuan standar
  4. Sumber data harus dinyatakan secara definitif, baik nama pengarang, tempat dan waktu. Fakta harus dibenarkan sekurang-kurangnya dua saksi yang tidak pernah berhubungan
  • Action Research
Penelitian yang berfokus langsung pada tindakan sosial dan bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian tindakan adalah cara melakukan masalah pada saat yang bersamaan. 

Penelitian tindakan ini merupakan metode yang didasarkan pada tindakan masyarakat yang seringkali diselenggarakan pada suatu latar yang luas, seperti di rumah sakit, pabrik, sekolah, dan lain sebagainya.
  • Survey Research
Penelitian survei termasuk ke dalam penelitian yang bersifat kuantitatif untuk meneliti perilaku suatu individu atau kelompok.

Pada umumnya penelitian survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data dicampur dengan wawancara.

Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.

Dalam penelitian survei diperlukan jumlah populasi yang cukup besar jika penelitinya menginginkan hasil yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan.

Metode survei ini sangat popular dan banyak digunakan dalam penelitian sosial dan bisnis karena cepat dan mudah untuk dilaksanakan.
  • Case Studies
Studi kasus merupakan penelitian yang memusatkan perhatian pada suatu kasus tertentu dengan menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studinya. 

Penggunaan penelitian studi kasus ini biasanya difokuskan untuk menggali dan mengumpulkan data yang lebih dalam terhadap obyek yang diteliti untuk dapat menjawab permasalahan yang sedang terjadi. 

Sehingga bisa dikatakan bahwa penelitian bersifat deskriptif dan eksploratif. 

Penelitian case study (studi kasus) berbeda dengan penelitian survei. 

Pada penelitian survei jumlah sampelnya cukup luas sedangkan pada case study jumlah sampel yang diambil sangat sedikit atau hanya beberapa orang saja. 

Namun persamaan diantara penelitian survei dan studi kasus adalah keduanya sama-sama menggali fenomena.

Komentar