Jenis-Jenis Penelitian
Jenis-jenis penelitian dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
Klasifikasi penelitian menurut Manfaat/Tujuan
Klasifikasi penelitian menurut
manfaat/tujuan dibedakan menjadi:
·
Penelitian Dasar (Basic Research): Bertujuan
untuk pengembangan teori, dan tidak memperhatikan kegunaan langsung yang
bersifat praktis.
·
Penelitian Terapan (Apllied Reasearch):
Bertujuan untuk menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori
yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis. Ada 3 macam
penelitian terapan, yaitu:
a.
Penelitian Evaluasi (Evaluation Reaserch),
memberikan masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif
dari dua atau lebih alternatif tindakan.
b.
Penelitian dan Pengembangan (Reaserch and
Development), bukan untuk formulasi dan uji hipotesis, melainkan untuk
mendapatkan produk baru atau proses baru.
c.
Penelitian Tindakan (Action
Reasearch),memecahkan berbagai persoalan/masalah (bisnis, ekonomi, dll) melalui
aplikasi metode ilmiah, bukan membuat
kontribusi kepada ilmu pengetahuan.
Klasifikasi penelitian menurut Dimensi Waktu
Klasifikasi penelitian menurut dimensi
waktu dibedakan menjadi:
·
Penelitian Cross-sectional: Penelitian yang
dilakukan dalam satu waktu tertentu, dan tidak akan dilakukan penelitian lain
di waktu yang berbeda untuk perbandingan.
·
Penelitian Longitudinal: Penelitian yang
dilakukan antara waktu. Setidaknya terdapat dua kali atau lebih penelitian
dengan topik atau gejala yang sama dalam waktu yang berbeda. Ada 3 bentuk
penelitian longitudinal, yaitu:
a.
Penelitian Kecenderungan, dilakukan terhadap
gejala yang sama dengan waktu yang berbeda serta responden atau informan yang
berbeda.
b.
Penelitian Panel, dilakukan terhadap gejala yang
sama dengan waktu yang berbeda serta responden atau informan yang sama.
c.
Penelitian Kohort, dilakukan terhadap gejala
yang sama dengan waktu yang berbeda serta responden atau informan yang memiliki
karakteristik yang sama.
Klasifikasi penelitian menurut Teknik Pengumpulan Data
Klasifikasi penelitian menurut teknik
pengumpulan data, dikelompokan menjadi:
·
Penelitian Kualitatif. Data kualitatif adalah
data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar. Terdapat beberapa jenis
penelitian, yaitu:
a.
Penelitian Lapangan, penelitian ini bisa dimulai
dengan perumusan permasalahan yang tidak terlalu baku. Pedoman wawancara dapat
berkembang sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
b.
Analisis Wacana, penelitian ini serupa dengan
analisis isi, hanya saja bukan frekuensi tampilan dari topik tertentu yang
dipilih dalam material yang sudah ditentukan, dan lebih jauh mengaitkan topik
tersebut pada setting atau kondisi yang muncul bersamaan atau yang melatar
belakangi topik tersebut.
c.
Perbandingan Sejarah, bertujuan mengumpulkan
data dan menjelaskan aspek-aspek kehidupan sosial yang terjadi di masa lalu,
difokuskan pada periode sejarah, beberapa kebudayaan berbeda, atau kombinasi
keduanya.
·
Penelitian Kuantitatif. Data kuantitatif adalah
data yang terbentuk angka atau data kuantitatif yang diangkakan. Terdapat
beberapa jenis penelitian, yaitu:
a.
Penelitian Survey, menggunakan kuesioner sebagai
instrumen penelitian. Kondisi penelitian tidak dimanipulasi oleh peneliti.
b.
Penelitian Eksperimen, dapat dilakukan di alam
terbuka dan juga di ruang tertutup. Kondisi yang ada dapat dimanipulasi oleh
peneliti sesuai dengan kebutuhan peneliti. Dalam kondisi ini biasanya dibuat
dua kelompok, kelompok kontrol dan kelompok pembanding, yang hasil dari 2
kelompok tersebut yang akan diperbandingkan.
c.
Analisis Isi, dilakukan bukan kepada orang, tapi
lebih kepada simbol, gambar, film, dsb.
Klasifikasi penelitian menurut Metode
Klasifikasi penelitian menurut metode
dibagi menjadi:
·
Penelitian Historis, kegiatan penyelidikan
pemahaman dan penjelasan keadaaan yang lalu. Pada umumnya tidak mengumpulkan
data kejadian yang telah ada. Sumber yang dapat dipergunakan bersumber dari:
-
Data Primer: laporan saksi mata, dan dokumen
original.
-
Data Sekunder: deskripsi yang disusun orang
lain, namun bukan saksi mata.
·
Penelitian Deskriptif, pengumpulan data untuk
diuji hipotesis atau menjawab pertanyaan mengenai status terakhir dari subjek
penelitian. Data deskriptif umumnya dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara
ataupun observasi. Kelemahan utama: kurangnya tanggapan subjek penelitian.
Manfaat:
-
Dalam bidang bisnis, digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan
-
Diperlukan untuk mengenali distribusi dan
perilaku data yang dimiliki.
·
Penelitian Korelasional, untuk menentukan apakah
terdapat hubungan (asosiasi) antara dua variabel atau lebih, serta seberapa
jauh korelasi yang ada diantara variabel yang diteliti. Contoh variabel:
pendapatan, umur, hasil, kecepatan, dll. Penelitian korelasi tidak menjelaskan
sebab-akibat, melainkan hanya menjelaskan ada atau tidaknya hubungan antara
variabel yang diteliti.
·
Penelitian Kausal Komparatif & Eksperimental,
mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, studi kualitas juga
menunjukan arah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.
·
Penelitian Ex Post Facto, menggunakan logika
dasar yang hampir sama dengan kausalitas, hanya saja dalam penelitian ini tidak
ada manipulasi langsung terhadap variabel independen.
·
Penelitian Naturalistic, digunakan untuk
meneliti pada kondisi objek alamiah dimana peneliti adalah instrumen kunci.
Metode ini juga termasuk jenis penelitian kualitatif, yang hasil penelitiannya
menekankan makna daripada generalisasi
·
Penelitian Kebijakan (Policy Research), menurut
Majchrzak (1984): suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atau analisis
terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat
direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara praktis dalam
menyelesaikan masalah. Policy Research sangat relevan bagi perencana dan
perencanaan.
Komentar
Posting Komentar